VoxLampung.com, Lampung Barat – Sebagai salah satu energi terbarukan, pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) membutuhkan debit air. Semakin besar debit air, semakin besar tenaga listrik yang dihasilkan.
Oleh karena itu, sedimentasi atau pengendapan yang mendangkalkan sungai menjadi permasalahan untuk menghasilkan daya listrik yang mumpuni. Banyak cara yang dilakukan untuk mengurangi sedimentasi, salah satunya melakukan peningkatan produktivitas lahan di sekitar bantaran Sungai Way Besai.
Dengan mempertimbangkan aspek konservasi serta dapat menjadi sumber pendapatan alternatif masyarakat perlu diidentifikasi. Budidaya pertanian intensif maupun peningkatan efisiensi dan optimalisasi penggunaan lahan akan memberi manfaat bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Dalam hal ini, model sistem agroforestry yang terintegrasi dengan budidaya lebah sebagai salah satu kegiatan yang perlu dikembangkan.
Wanatani atau agroforestry adalah suatu bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek, seperti tanaman pertanian.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), PLN memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Hutan Dua Sumber Sari sebesar Rp49 juta, yang diberikan secara langsung oleh Manager PT PLN (Persero) UPDK Bandar Lampung, Dwi Suprianto dan Bupati Lampung Barat Parosil, di Gedung Serba Guna PLTA Besai, 27/05/2022.
Acara tersebut dihadiri oleh Manager PLTA Way Besai, Heri Priyanto, Kepala UPTD KPH II Liwa Lampung Barat, Sastra Wijaya, Camat Sumber Jaya Perantin Simpang Sari serta tokoh masyarakat di Lampung Barat.
Dalam sambutannya, Heri mengatakan operasional PLTA Besai ini berjalan dengan baik dan membutuhkan debit air yang cukup.
“Untuk membuat operasional PLTA Besai ini berjalan dengan baik, dibutuhkan debit air yang cukup, dimana aliran Sungai Besai yang cukup panjang dibutuhkan dukungan dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga aliran Sungai Besai agar tetap bersih. Kemudian, meningkatkan kelestarian kawasan hutan serta dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat di sekitar aliran Sungai Besai,” Kata Heri.
Kegiatan pelatihan yang dilakukan selama dua hari itu pun mendapat apresiasi dari Camat Sumber Jaya, Perantin.
“Terima kasih kepada PLN yang telah memberikan pelatihan agroforestry kepada Kelompok Tani Hutan Dua Sumber Sari, dengan harapan masyarakat yang telah dibekali dengan ilmu yang bermanfaat bukan hanya untuk pengembangan budidaya madu yang dapat membantu menambah pendapatan tapi masyarakat tetap menjaga hutan sesuai dengan fungsinya,” ujar Perantin.
Program TJSL Agroforestry ini selaras dengan Misi PT PLN (Persero) yaitu menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan, dan misi dari Kabupaten Lampung Barat yaitu Meningkatkan perekonomian yang berorientasi pada agrobisnis dan agrowisata berbasis sumberdaya lokal.
Untuk meningkatkan pemahaman tentang Agroforestry, maka pada tanggal 18-19 Mei 2022 yang berlokasi di Aula Balai Pekon Simpangsari, dilakukan pelatihan pembudidayaan lebah madu, penanaman pohon di hulu Sungai Way Besai dan pembuatan kebun mini agroforestry yang diikuti sebanyak 25 orang.
Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan daya dukung Sungai Way Besai untuk mengurangi erosi dan degradasi fungsi bantaran sungai besai, menciptakan sumber daya manusia yang terampil dalam pengembangan budidaya madu, serta meningkatkan pengembangan ekonomi lokal untuk kesejahteraan masyarakat tanpa risiko kerusakan hutan.
PLTA Way Besai sebagai salah satu pembangkit EBT (Energi Baru Terbarukan) milik PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Bandar Lampung, yang berlokasi di Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat. Saat ini PLTA Way Besai merupakan salah satu penyumbang daya terbesar untuk kelistrikan Sumatera Bagian Selatan, dengan kapasitas terpasang sebesar 2 x 45 MW.(*)



![[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Dengarkan Berita"]](https://voxlampung.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260424-WA0023-300x178.jpg)



Komentar