VoxLampung.com, Bandar Lampung – Pada momen Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini, Jumat, 22 Oktober 2021, para Santri Pondok Pesantren Yatim Piatu Riyadhus Sholihin Bandar Lampung turut mengadakan doa bersama, untuk mendoakan bangsa dan tokoh-tokoh di negara ini.
Sosok Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjend Dudung Abdurachman, adalah salah satu tokoh yang tak pernah luput dari doa para Santri. Bahkan tak hanya pada momen Hari Santri, sosok Letjend Dudung selalu didoakan para santri setiap selesai melaksanakan Salat Jumat, dan dibacakan Alquran hingga 30 Juz.
Ya, sosok Letjend Dudung memang memiliki tempat tersendiri di hati para santri yatim piatu Riyadhus Sholihin. Bagaimana tidak, sosok kharismatik itu menjadi inspirasi bagi para santri dalam menjalani kehidupan.
Pimpinan Ponpes Riyadhus Sholihin Bandar Lampung KH Ismail Zulkarnain mengatakan, sosok Letjend Dudung menjadi salah satu percontohan bagi santri, bagaimana mereka harus tetap melangkah dan berjuang meski di tengah keterbatasan.
“Jenderal Dudung itu, masa kecilnya telah menjadi anak yatim. Perjalanan hidupnya penuh air mata, penderitaan dan perjuangan yang sangat berat, sampai kini beliau menjadi seorang Pangkostrad. Itulah yang menjadi inspirasi dan motivasi bagi para santri untuk mencapai apapun yang dicita-citakan,” Kata pria yang akrab disapa Abah Ismail itu kepada VoxLampung.
Tak hanya belajar dari perjalanan hidup Letjend Dudung, lanjut Abah Ismail, namun para santri juga patut meneladani sosok jenderal yang berjiwa mulia itu. Dudung, merupakan sosok penyayang anak yatim piatu. Ia juga menghargai dan menghormati sesama manusia, tanpa melihat latar belakang dan status sosial.
“Kepribadian nya sangat humble, menghargai siapapun. Tidak melihat latar belakang, tamu yang hadir di hadapan nya, semua diterima dengan baik. Beliau cinta anak yatim, dan punya kebiasaan bersedekah, termasuk menyantuni anak-anak yatim Riyadhus Sholihin,” Terang Abah Ismail.
“Dibalik sosoknya yang tegas dan berani, tapi jiwanya mulia, dan hatinya lembut,” imbuh Abah Ismail, menggambarkan sosok Letjend Dudung.

Untuk itu, para santri dan pengasuh Ponpes Riyadhus Sholihin senantiasa memanjatkan doa kepada Yang Kuasa agar selalu memberikan kesehatan dan keberkahan kepada Letjend Dudung.
“Mudah-mudahan Allah angkat derajatnya, dijauhkan dari segala fitnah dan musibah, dipanjangkan umurnya, dan istiqomah dalam ibadah. Itu doanya anak-anak yatim,” Pungkasnya. (*)






Komentar