VoxLampung.com, Bandar Lampung – Santri Pondok Pesantren Yatim Piatu Riyadhus Sholihin kembali menorehkan prestasi di level internasional. Ardi Oksandi, berhasil menyabet dua penghargaan di Turki dan Korea Selatan.
Di Turki, Ardi mengikuti ajang bergengsi Istanbul Youth Summit (IYS), dan mendapatkan penghargaan Honorable Mention Projects. Penghargaan itu diberikan kepada seseorang atas perjuangannya dan usaha untuk mencapai suatu proyek di dalam program tersebut.
“Ardi di Turki mempunyai proyek tentang perubahan iklim. Atas proyek itu Ardi mendapatkan penghargaan honorable mention projects dari team penyelenggara di Turki,” Terang Ardi melalui pesan whatsapp, Selasa, 27/4/2021.
Saat berita ini dibuat, Ardi masih berada di Korea Selatan. Di negeri gingseng itu, Ardi mengikuti program South Korea Friendship, dan meraih predikat peserta terbaik 2.
BACA JUGA: Kisah Ardi, Santri Ponpes Riyadhus Sholihin Bandar Lampung Wakili Indonesia ke 4 Negara
Penghargaan itu diberikan oleh team penyelenggara untuk para delegasi yang telah memenuhi dan menyelesaikan tugasnya dengan baik. Adapun tugasnya mencakup memperkenalkan budaya dan makanan asal negara, penelitian bahasa dan kebudayaan negara tujuan, serta penilitian tentang masyarakat lokal.
“Pada kesempatan ini, Ardi Alhamdulillah telah menyelesaikan tugas-tugas itu, dan mendapatkan apresiasi sebagai peserta terbaik 2,” Ungkap Ardi.
Pengasuh Ponpes Riyadhus Sholihin KH Ismail Zulkarnain mengatakan, sebagai pimpinan Ponpes, dirinya mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan Ardi. Hal itu menunjukkan bahwa anak yatim bisa berprestasi, bahkan hingga kancah internasional.
“Ini prestasinya tingkat internasional, gk main-main. Artinya dia punya kemampuan dan potensi. Kita tak boleh meremehkan anak yatim. Karena di Turki maupun Korsel dia dapat penghargaan,” Kata Abah Ismail, sapaan akrab KH Zulkarnain, saat ditemui di Ponpes nya.
Abah Ismail bilang, pihaknya akan terus mencetak santri-santri yatim berprestasi. Ia ingin menunjukkan kepada para dermawan atau donatur bahwa yatim piatu kini bukan identik dengan kebodohan dan kemiskinan.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemprov Lampung Imbau Salat Idul Fitri di Rumah
“Kami akan tunjukkan bahwa kemampuan dan skill anak yatim piatu itu, begitu kita arahkan, kita bimbing, maka keluar kekuatan yang cukup besar dan dahsyat, buktinya anak yatim kita bisa mewakili bangsa dan negaranya ke luar negeri,” Kata Abah Ismail.
“Kami akan mencetak Ardi Ardi yang berikutnya, anak-anak yatim berprestasi seperti Ardi. Jadi jangan cukup di Ardi saja,” Imbuhnya.
Abah Ismail juga mengapresiasi perhatian dari pihak Pemerintah Kota Bandar Lampung. Ia menerangkan, Ardi sempat diterima audiensi dengan Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, dan mendapatkan dukungan penuh dari Eva.
“Walikota Bandar Lampung luar bisa mendukung penuh, baik dari segi finansial maupun doa. Anak kita (Ardi) diterima di kantornya, lalu diberi ongkos, dibantu biaya juga,” Terang Abah Ismail.
Setelah mengunjungi dua negara, Ardi masih akan melanjutkan kunjungannya ke dua negara lagi yakni Singapura dan Mesir. (*)







Komentar