Voxlampung.com, Semarang – Kawanan perampok yang berhasil menggondol uang tunai setengah miliar rupiah di Semarang diciduk polisi. Ternyata para perampok ini merupakan jaringan asal Lampung. Kawanan rampok itu mengaku sudah merencanakan aksinya selama dua bulan.
Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menjelaskan, lima dari total enam komplotan perampok di Semarang yang telah menggasak uang Rp 563 juta berhasil diciduk polisi.
Mereka adalah Rahmat (39), Frans Panjaitan (36), dan Maftuhi (25) warga Bumijaya, Lampung Tengah. Kemudian Vidi Kondian (30) warga Mekar Jaya, Lampung Tengah dan Moch Agus Irawan (38) warga Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang.
“Moch Agus sebelumnya pernah punya panti pijat. Salah satu karyawannya, Frans Panjaitan. Itu link mengapa bisa berkomunikasi orang Semarang dan Lampung,” kata Anwar saat jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Jumat, 22/1/2021, dikutip dari detik.com.
Anwar bilang, masih ada satu tersangka lagi yang masih dalam pengejaran.
“Ini satu tersangka masih dalam pengejaran,” imbuhnya.
Terkait perencanaan perampokan tersebut, mereka yang berasal dari Lampung tiba di Semarang tanggal 7 Januari 2021 untuk observasi, atau melakukan penggambaran lokasi.
Bahkan, sebelum melancarkan aksinya mereka sempat mencuri motor, dan motor tersebut digunakan untuk melancarkan aksinya mencuri uang setengah miliar rupiah.
“Untuk kita ketahui juga kendaraan yang digunakan ini hasil curian di wilayah kita di Semarang Barat. Hasil curian pelaku atas nama Frans Panjaitan dan Maftuhi. Kedua pelaku ini curi kendaraan di Semarang Barat hari Sabtu, dua hari sebelum kejadian,” jelas Anwar.
Baca juga: Terekam CCTV, Dua Motor Beat di Rumah Juragan Soto Digasak Maling
“Dari Lampung 7 Januari lalu, mampir Jakarta, lanjut Semarang untuk observasi, cari sarana pencurian,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Tengah Kombes Wihastono mengatakan, kawanan rampok itu sudah dua bulan merencanakan perampokan tersebut.
“Katanya ini sudah dua bulan merencanakan,” ujar Wihastono yang juga hadir di Mapolrestabes Semarang.
Aksi perampokan itu sendiri terjadi di Jalan Krakatau VIII, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, hari Senin, 18/1/2021, sekitar pukul 08.30 WIB.
Peristiwa itu juga terekam kamera CCTV. Saat itu korban bernama Teguh datang menggunakan mobil putih dan parkir di seberang kantornya.
Dari rekaman CCTV yang beredar, terlihat Teguh turun dari mobil, kemudian ketika hendak menyeberang jalan, datang empat orang yang mengendarai dua motor ke arah korban. Salah seorang di antaranya turun dan merebut tas berisi uang yang dibawa korban.
Baca juga: Ngaku Tak Punya Uang Untuk Makan, Pria Asal Lampung Tipu Kunto Aji Via Medsos
“Ketika korban atas nama Teguh Murtiono sehabis mengambil uang di SPBU di Karangjati Ungaran kemudian didatangi pelaku dan merampas uang hasil penjualan BBM dari SPBU yang dibawa korban,” jelas Anwar sembari menunjukkan rekaman CCTV.
Saat akan dikejar, lanjut Anwar, salah satu pelaku mengeluarkan tembakan untuk menakuti saksi di TKP. Setelah kejadian, dari TKP para pelaku melarikan diri ke Banyumanik.
“Di Banyumanik, mereka meninggalkan dua kendaraan yang dimiliki dan memakai kendaraan sewa menuju Salatiga dilanjut ke Yogya, yang bersangkutan pesan grab,” Bebernya.
Berbekal rekaman CCTV, pada hari Kamis, 21 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 para pelaku diciduk di Margaluyu Cikoneng, Kabupaten Ciamis.
“Ini yang kita dapat dari video amatir warga. Anggota karena tahu pelaku menggunakan senjata api maka anggota lebih waspada dengan kejutan tembakan ke udara untuk efek kaget ke yang bersangkutan,” ujarnya.
Para pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.(*)







Komentar