oleh

Black Box dan 139 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya SJ182 Telah Ditemukan

Voxlampung.com, Jakarta – Kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya SJ-182 telah berhasil ditemukan tim SAR gabungan pada hari ke-4 pencarian, Selasa sore, 12/1/2021. Namun, baru satu bagian saja, yaitu Flight Data Recorder (FDR). Kondisinya sudah tidak utuh lagi.

Prosesi penyerahan FDR tersebut diawali dengan konferensi pers oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kabasarnas Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito, dan Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Thahjono di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, pukul 17.30 WIB.

Menteri perhubungan menyampaikan apresiasi atas kerja keras, sinergitas, dan soliditas hingga hari keempat pelaksanaan operasi SAR.

“Koordinasi yang apik antara TNI, Polri, Basarnas, KNKT, dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR,” kata Budi Karya.

Menhub juga menyampaikan 3 instruksi Presiden terkait pelaksanaan operasi SAR. Pertama, harus cepat menemukan dan mengevakuasi black box, bagian tubuh para korban, dan potongan pesawat.

Kedua, asuransi dan hak para korban segera diberikan kepada keluarga sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan ketiga, penyebab kecelakaan harus segera ditemukan dan dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan kinerja penerbangan nasional.

Panglima TNI pada kesempatan kembali menekankan komitmennya bahwa TNI mendukung penuh Basarnas dalam pelaksanaan operasi SAR hingga tuntas.

Baca juga: Apa Itu Black Box Pesawat? Simak Penjelasannya

“Operasi SAR sudah kita laksanakan mulai hari Sabtu malam sampai dengan hari ini oleh TNI-Polri dan mitra dalam rangka mendukung Basarnas,” tegasnya.

Panglima menerangkan, pukul 14.00 WIB, mendapatkan laporan dari KSAL Laksanama TNI Yudo Margono bahwa di area yang sebelumnya sudah ditandai (marking) ditemukan pecahan Underwater Acoustic Beacon (UAB) yang fungsinya  memberikan sinyal.

“Saya minta agar FDR yang kemungkinan besar masih berada di sekitar itu untuk terus dicari,” katanya.

Selanjutnya, pukul 16.40 WIB, KSAL kembali melaporkan bahwa FDR telah berhasil ditemukan. Yang menjadi orientasi pencarian berikutnya adalah Cockpit Voice Recorder (CVR).

“Dengan keyakinan yang tinggi Cockpit Voice Recorder akan segera ditemukan. Operasi ini belum selesai, karena akan terus kita lakukan evakuasi korban termasuk seluruh potongan body pesawat kita upayakan diangkat,” pungkasnya.

Sementara Kabasarnas mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan unsur TNI, khususnya TNI AL yang telah mengerahkan daya dan upaya sehingga operasi SAR dapat berjalan dengan baik.

Terakhir, Kepala KNKT menyampaikan terimakasih atas suport dan kerja sama yang sangat baik dari TNI, Basarnas, dan stakeholder lainnya sehingga dapat menemukan FDR dan kedua beacon VCR.

Data yang ada di dalam FDR itu sangat dibutuhkan untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat.

Pihaknya mohon doa dari masyarakat agar pengunduhan data FDR yang berlangsung sekitar 2 sampai 5 hari dapat berjalan dengan lancar.

Di akhir konferensi pers, Panglima menyerahkan FDR yang dibawa KRI Kurau kepada Kabasarnas.

“Saya menyerahkan Flight Data Recorder ini kepada penanggung jawab operasi SAR, Kabasarnas,” tegasnya.

Setelah menerima, Kabasarnas menyerahkan FDR tersebut kepada Kepala KNKT.

Tim SAR gabungan temukan tambahan kantong Jenazah dan properti pesawat SJ182. | Humas Basarnas

Selain black box, Tim SAR gabungan juga menemukan tambahan bagian tubuh korban. Hingga Selama malam, 12/1/2021, pukul 21.00 WIB, ada tambahan signifikan terkait jumlah obyek pencarian.

Rinciannya, 61 kantong bagian tubuh, 8 kantong serpihan kecil pesawat, dan 2 potongan besar pesawat.

“Hingga malam ini, total penemuan body remain sebanyak 139 kantong, serpihan kecil pesawat 26 kantong, dan potongan besar pesawat sebanyak 26 kantong,” papar Kabasarnas, Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito melalui keterangan tertulisnya.

Tambahan tersebut berturut-turut diserahkan ke Posko Terpadu oleh KN SAR Karna sebanyak 24 kantong jenazah dan 1 diantaranya berupa partikel pesawat. Kapal Bakamla menyerahkan 2 kantong, KP Pelatuk Polair 14 kantong, Sea Rider Marinir 3 kantong, KRI Kurau sebanyak 3 kantong, serta RIB 02 Lampung 20 kantong.

Selanjutnya, body remain atau potongan tubuh korban dibawa tim DVI ke RS Polri Kramatjati. Sedangkan serpihan pesawat diserahkan ke tim KNKT.
Terkait rencana operasi SAR hari ke-5, Rabu, 13/1/2021, masih sama dengan hari ke-4.(*)

Komentar