oleh

Mengapa Pesawat Bisa Hilang Kontak? Berikut Penjelasannya

Voxlampung.com, Jakarta – Kabar pilu kembali menghinggapi dunia avilasi Indonesia. Pasalnya, Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 Jakarta-Pontianak hilang kontak sebelum akhirnya dipastikan jatuh di lautan dekat Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Lantas, kenapa pesawat bisa hilang kontak? Dan apa penyebabnya?

Dilansir dari popular Science, pada umumnya, faktor cuaca dan alam adalah penyebab kerusakan pesawat secara tiba-tiba.

Hal ini mengakibatkan daya listrik yang tiba-tiba padam sehingga transponder tak berfungsi lagi dan hilang dari radar sekunder. Namun pesawat masih terlihat melalui radar utama.

Baca juga: Tiga Penumpang Sriwijaya SJ182 Diduga Warga Tulangbawang Barat

Radar primer atau utama itu sendiri digunakan untuk mengetahui lokasi pesawat. Radar primer ini terdiri dari sinyal elektromagnetik yang memantul pada benda apa pun yang mereka temui.

Dengan begitu, radar ini bisa menunjukkan lokasi pesawat secara fisik di luasnya langit. Sementara radar sekunder bekerja dengan mengirimkan sinyal ke transponder pesawat.

Nah, transponder sendiri merupakan sinyal pemancar radio di kokpit yang berhubungan dengan radar di darat. Sinyal tersebut kemudian mengirim sinyal kembali yang menunjukkan lokasi pesawat berada dan beserta kecepatannya.

Seharusnya, apabila cuaca buruk lokasi pesawat tetap bisa diketahui, artinya pesawat tidak akan hilang kontak. Namun apabila pesawat jatuh akibat cuaca dengan kecepatan yang sangat tinggi, maka pesawat akan hilang dari dua sistem radar baik primer maupun sekunder.

Berkaca dari sistem pendeteksian tersebut, kita bisa menduga alasan sebuah pesawat bisa hilang kontak secara tiba-tiba, apakah faktor alam ataukah jatuh dengan kecepatan tinggi.

Adapun, untuk mengidentifikasi penyebab sebenarnya secara rinci, butuh dilakukan pengecekan pada kotak hitam atau black box pesawat.(*)

Komentar