VoxLampung.com, Tulang Bawang – Basarnas Lampung beserta Tim SAR Gabungan melakukan pencarian seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Safari yang hilang di Perairan Kuala Seputih, Tulang Bawang.
Kepala Unit Siaga SAR Tulang Bawang, Santosa, mewakili Kepala Basarnas Lampung mengatakan, KM Safari bertolak dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta bertujuan mencari hasil laut pada 26 Desember 2020 lalu.
Saat melaut, kondisi cuaca sangat buruk. Lantas, nahkoda kapal memutuskan untuk berteduh di perairan Kuala Seputih, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. KM Safari tiba dan lego jangkar sekitar pukul 14.00 WIB.
Kemudian, pada malam hari, sekira pukul 20.00 WIB, korban turun dari buritan atas kapal untuk makan malam. Namun tidak lama setelah korban turun, terdengar oleh saksi suara sesuatu jatuh ke laut dan ada teriakan minta tolong.
Saksi langsung menuju sumber suara dan saat tiba melihat korban sedang terapung di laut. Saksi langsung mengambil alat bantu apung dan melemparkan ke arah korban, namun korban tidak dapat meraihnya karena kondisi gelap, hujan deras dan arus di sekitar lokasi yang kencang.
Baca juga: Jelang Natal-Tahun Baru, Basarnas Tinjau Kesiapan Pelabuhan Bakauheni Lampung
Sejak saat itu, korban dinyatakan menghilang dan dalam pencarian. Diketahui, korban bernama Acep, berusia 20 tahun. Korban merupakan warga Kandang Haur, Kabupaten Indra Mayu Jawa Barat.
Tim Basarnas Lampung mengirimkan satu tim rescue personil Unit Siaga SAR Tulang Bawang untuk bergabung bersama tim SAR gabungan pada hari Minggu, 27/12/2020. Tim tiba pukul 17.20 WIB dan langsung melakukan pencarian dan belum ada hasilnya.
Pada hari ini, Senin, 28/12/2020, Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian hari ke-2 dengan membagi menjadi 3 tim menuju arah Timur dari Perairan Kuala Seputih.
“Tim I melakukan pencarian dengan menggunakan Rubber Boat Basarnas. Tim II melakukan pencarian dengan menggunakan Speed Lidah, dan Tim III melakukan pencarian dengan menggunakan Perahu Nelayan,” Kata Santosa melalui keterangan tertulisnya.
Pencarian hari ini dilakukan hingga pukul 17.00 WIB, namun belum ada tanda-tanda ditemukannya korban.
“Pencarian terhadap Acep di Perairan Kuala Seputih hari ini masih nihil dan pencarian hingga radius 8-10 kilometer,” Ujar Santosa.
Pencarian hari ini dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari, Selasa, 29/12/2020 pukul 06.00 WIB. (*)





![[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Dengarkan Berita"]](https://voxlampung.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260424-WA0023-300x178.jpg)

Komentar