VoxLampung.com, Bandar Lampung – Beredar video di media sosial, rekaman keributan di gereja saat hari Natal. Keributan terjadi di Gereja Pentakosta Indonesia, di Kecamatan Banjar Agung, Tulang Bawang.
Dalam video berdurasi satu menit yang beredar, terdengar suara perempuan yang meminta agar tidak ada yang menghalangi ibadah Natal di gereja tersebut. Video diduga dibuat pada tanggal 25 Desember 2021 lalu, dan beredar luas pada 27 Desember.
Namun, sejumlah tokoh agama di Lampung memastikan bahwa keributan di dalam video viral tersebut bukanlah aksi persekusi, atau menghalang-halangi kegiatan ibadah Natal.
Keributan itu disebut terjadi akibat kesalahpahaman antara sejumlah warga Banjar Agung, dengan pengurus gereja, terkait izin pembangunan rumah ibadah. Keributan bukan dipicu adanya larangan bagi jemaat gereja melakukan ibadah Natal.
Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Lampung KH Ismail Zulkarnain menyayangkan narasi dalam video yang beredar tersebut tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.
“Kalau ibadahnya (Natal), berdasarkan informasi yang saya dapat, tidak diganggu, itu mempertanyakan izin tempat ibadahnya,” Kata KH Ismail yang akrab disapa Abah Ismail itu.
Ismail bilang, izin pendirian tempat ibadah diatur dalam SKB dua menteri, yang memiliki nama resmi Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Bergama, dan Pendirian Rumah Ibadah.
“Seolah kesannya umat Islam mempersulit (pendirian gereja), padahal tidak. Itu kan SKB. Kecuali dua SKB itu dicabut. Kejadian ini kan sama seperti di NTT, Bali, Papua, Manado. Umat islam juga kalau belum ada izin belum bisa mendirikan tempat ibadah,” ungkap Abah Ismail.
Ismail berharap kedepannya, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah membuka ruang dialog, agar tidak kembali terjadi kesalahpahaman serupa.
“Karena Islam itu konsep toleransinya jelas. Bagiku agamaku, bagimu agamamu. Jadi kami mengimbau masyarakat jangan terprovokasi. Sejauh ini kondisi di sana sudah kondusif,” Kata dia.
Meski sempat terjadi keributan sebelum pelaksanaan ibadah Natal, namun prosesi ibadah jemaat gereja tetap berlangsung khidmat hingga selesai, dengan pengamanan aparat TNI, dan kepolisian setempat. (*)




Komentar