oleh

Lagi, Santri Ponpes Yatim Piatu Riyadhus Sholihin Ardi Oksandi Sabet Dua Penghargaan di Malaysia

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Salah satu santri Pondok Pesantren Yatim Piatu Riyadhus Sholihin Bandar Lampung Ardi Oksandi, kembali menorehkan prestasi di kancah internasional.

Kali ini, melalui program pertukaran pelajar American Field Service (AFS), Ardi menyabet dua penghargaan sekaligus. Ardi mendapat penghargaan sebagai Excellent Student dan Inspirational Student dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Serawak, Malaysia.

Siswa Sekolah Kebangsaan Lampung Selatan itu mengatakan, dua pengahargaan yang ia dapat kali ini benar-benar diluar dugaannya. Namun, capaian ini menurutnya sebanding dengan perjuangan yang ia lakukan selama mengikuti program tersebut.

“Serasa mimpi dan di luar dugaan. Perjuangannya tidak tidur untuk membuat resume itu, 10 ribu kata, yang isinya tentang Ardi sendiri,” Kata Ardi kepada VoxLampung di Ponpes Riyadhus Sholihin, Selasa, 14/9/2021.

Ardi menuturkan, dirinya membuat resume dan dipresentasikan di depan KJRI. Pihak KJRI bahkan sempat menangis terharu tatkala mendengar perjuangan Ardi yang seorang anak yatim dan dari keluarga tidak mampu, bisa keliling dunia. Hingga akhirnya Ardi diberikan dua penghargaan sekaligus, sebagai bintang pelajar dan pelajar menginspirasi tersebut.

“Bintang pelajar diberikan karena Ardi memperjuangkan cita-citanya dan impiannya. Sedangkan penghargaan pelajar inspiratif itu, Ardi harus terus memberikan inspirasi kepada pelajar lainnya di Indonesia, untuk lebih bersemangat lagi dalam merajut dan mengasah bakat untuk mengejar impian,” tutur remaja kelahiran Bandar Lampung, 19 Oktober 2004 itu.

BACA JUGA: Kisah Ardi, Santri Ponpes Riyadhus Sholihin Bandar Lampung Wakili Indonesia ke 4 Negara

Ardi mewakili Indonesia dalam program internasional ke Turki, Singapura, Korea Selatan, dan Malaysia, dalam program yang berbeda. Kegiatan di Malaysia tersebut diikuti oleh pelajar dari 40 negara. Dari Indonesia sendiri diikuti sebanyak 15 peserta yang merupakan hasil seleksi dari seluruh provinsi.

Dari kegiatan yang berlangsung pada masa Pandemi Covid-19 itu, Ardi sudah mendapatkan total 10 penghargaan.

Semua itu tak lepas dari peran KH Iskandar Zulkaenain atau akrab disapa Abah Ismail, yang merupakan pimpinan Ponpes Riyadhus Sholihin. Oleh Abah Ismail, Ardi dididik menjadi pribadi yang disiplin, rajin ibadah, santun, berani, memiliki kepercayaan diri tinggi, dan berilmu.

Abah Ismail selalu menanamkan jiwa kepemimpinan kepada semua santri yatim piatu, yang sudah ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri. Seluruh santri diperlakukan sangat layak, baik itu kebutuhan sandang, pangan, dan pendidikannya. Maka tak heran jika banyak santri berprestasi yang dilahirkan oleh Ponpes Riyadhus Sholihin, salah satunya Ardi Oksandi.

“Biar dunia tahu, bahwa anak yatim itu bisa berprestasi, bisa ke luar negeri. Anak yatim itu, begitu potensinya kita bangkitkan, ternyata bagus sekali. Mereka bisa mengejar apapun impian dan cita-citanya,” Kata Abah Ismail saat ditemui di Ponpes nya.

BACA JUGA: Keren! Santri Yatim Ponpes Riyadhus Sholihin Sabet 2 Penghargaan Internasional

Santri Ponpes Riyadhus Sholihin bahkan ada yang lolos Taruna, Akpol, Marinir, dan lain-lain. Berbagai prestasi telah diraih, baik itu prestasi akademik maupun non akademik, di kancah lokal, nasional, maupun internasional. Kuncinya adalah selalu membangkitkan semangat para santri.

“Rasulullah itu anak yatim piatu, tapi bisa menjadi luar biasa. Maka anak yatim kami di sini betul-betul dibuat mandiri, gagah, hebat, dan disiapkan mentalnya. Jadi ketika menghadapi dunia luar, mereka sudah siap,” Kata dia.

“Ditumbuhkan rasa percaya dirinya. Jangan minder sama orang-orang kaya. Kita juga bisa juara internasional. Tidak main-main prestasi kita,”tambah Abah Ismail.

Abah Ismail juga berpesan, agar keberadaan anak yatim jangan dijadikan sebagai alat eksploitasi kemiskinannya, kesedihan, penampilan yang lusuh, dan sebagainya.

“Kalau mau mengurus anak yatim, ya diurus dengan benar, pendidikannya, makanannya, tempat tinggalnya. Jangan dijadikan alat cari duit. Udah gak zaman yang seperti itu,” Pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Rekomendasi