VoxLampung.com, Pesawaran –
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) berkomitmen dalam menjalankan usaha dengan mengemban pilar 3P (people, planet, profit). Komitmen itu diwujudkan salah satunya dengan pengembangan Kawasan Ekowisata Petengoran, yang berlokasi di Pesawaran, Lampung.
Kawasan Ekowisata tersebut pertama kali diinisiasi pada 2017 melalui penanaman mangrove di Desa Gebang. Kini, JAPFA telah berhasil mengembangkan potensi wilayah tersebut menjadi sebuah kawasan wisata berwawasan lingkungan.
Hari ini, Jumat, 9 April 2021, dalam acara yang diselenggarakan secara virtual, JAPFA pun resmi menyerahkan kawasan tersebut kepada pemerintah daerah setempat melalui BUMDes Gebang, Kabupaten Pesawaran, Lampung untuk dikelola lebih lanjut.
R Artsanti Alif, Head of Social Investment JAPFA menyatakan, upaya konservasi kawasan mangrove ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan agar tetap asri dan lestari.
“Karenanya, melalui program ini, diharapkan Kawasan Ekowisata Petengoran kelak dapat menjadi kawasan konservasi sekaligus wisata edukatif yang membawa manfaat bagi masyarakat sekitar,” Kata Artsanti melalui keterangan tertulisnya, Jumat petang.
Pengembangan Kawasan Ekowisata Petengoran dilakukan mulai tahun 2017 hingga tahun 2020, dan JAPFA telah berhasil mengelola area mangrove seluas 4.500m² dengan menanam ± 12.000 pohon mangrove dan melakukan pembibitan sebanyak 35.000 bibit mangrove.
BACA JUGA: Lagi Viral! Wisata Kampung Vietnam di Kemiling Bandar Lampung
Di kawasan ini, JAPFA juga membangun jalur susuran (tracking) sepanjang 400 m, membangun infrastruktur pendukung seperti shelter, toilet umum dan pojok kuliner.
“Dalam mewujudkan kegiatan investasi sosial perusahaan tentunya kami senantiasa bekolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah baik itu pusat maupun daerah dan para pemangku kepentingan lainnya. Termasuk dalam mengembangkan kawasan ini, JAPFA bekerjasama dengan pengurus BUMDes Desa Gebang dan pemerintah kabupaten, dan tentunya merangkul masyarakat setempat untuk bersama-sama mengembangkan kawasan berpotensi besar ini,” jelas Artsanti.
Sebagai kawasan konservasi, JAPFA juga melakukan pengembangan budidaya dan restocking biota laut. JAPFA pun memfasilitasi pelatihan budidaya dan pembuatan demplot keramba untuk kepiting bakau dan kerang hijau. Peningkatan budidaya kepiting bakau sebagai spesies asli dalam ekosistem mangrove dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam.
BACA JUGA: PLN Luncurkan Paket Ramadan Peduli dan Ramadan Berkah Untuk Tambah Daya
Selain itu, JAPFA juga memfasilitasi pelatihan kepada kelembagaan BUMdes untuk pengelolaan kawasan. Diharapkan kawasan ini semakin berkembang pesat dan dapat berfungsi maksimal untuk menjaga kelestarian, keserasian, dan keseimbangan ekosistem yang meliputi unsur lingkungan, sosial, dan budaya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Pesawaran dan sekitarnya.
“Kami berharap, dengan sistem dan manajemen pengelolaan yang sudah berjalan saat ini, Kawasan Ekowisata Petengoran dapat bermanfaat sebagai ruang terbuka yang dapat menampung beragam kegiatan individu maupun komunitas, baik sebagai kawasan wisata ataupun edukasi yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga di sekitarnya,” pungkas Artsanti.(*)




Komentar